Hi, Guest!

Konsorsium Bakteri Pengurai Sampah Organik ( GP-1) Compost Activator

Update Terakhir
:
30 / 12 / 2015
Min. Pembelian
:
1 Unit
Harga
Hubungi Kami
Bagikan
:

Perhatian !

Perusahaan ini terdaftar sebagai Free Member. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,harap berhati-hati ketika melakukan transaksi. Indonetwork tidak melakukan verifikasi alamatdan dokumen untuk keanggotaan Free Member. Kami tidak bertanggung jawab apabila terjadihal-hal yang tidak diinginkan.


Detail Konsorsium Bakteri Pengurai Sampah Organik ( GP-1) Compost Activator

Activator Kompos ( @ 250gr/ Pack ) Green Phoskko® ( GP-1) adalah konsorsium mikroba unggulan berupa powder ( berisi bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) pengurai bahan organik ( limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya) . Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi ( menghancurkan bahan organik) , menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan ( antagonis) mikroba penyebab bau, penyebab penyakit akar dan merugikan tanaman ( patogen) .

Kandungan bakteri penghasil asam laktat ( Lactobacillus SP) sebagai hasil penguraian gula dan karbohidrat lain yang bekerja sama dengan bakteri fotosintesis dan ragi. Peran asam laktat inilah yang menjadi bahan sterilisasi yang kuat dan menekan mikroorganisme berbahaya dan menguraikan bahan organik dengan cepat. Sementara ragi/ yiest memproduksi subatansi yang berguna bagi tanaman dengan cara fermentasi. Subtansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi berguna dalam pertumbuhan sel dan pembelahan akar, juga berperan dalam perkembangbiakan mikroorganisme menguntungkan bagi Actinomycetes dan bakteri Lactobacillus SP ( asam laktat) .
Bakteri Actinimycetes merupakan mikroorganisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan mengubahnya menjadi antibiotik untukj mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan khitin yaitu zat essensial untuk pertumbuhannya.

Kemampuan konsorsium mikroba Green Phoskko sebagaimana diatas adalah menurunkan rasio C/ N dalam bahan sampah, yang awalnya tinggi ( > 50) menjadi setara dengan angka C/ N tanah. Dengan rasio antara karbohindrat dengan nitrogen rendah sebagaimana C/ N tanah ( < 20) maka bahan sampah menjadi dapat diserap tanaman. Dalam dekomposisi menggunakan mikroba, bakteri, fungi dan jamur yang terdapat dalam aktivator Green Phoskko, dalam bahan sampah organik terjadi antara lain :

1) karbohidrat, selulosa, lemak, dan lilin menjadi CO2 dan air;

2) zat putih telur menjadi amonia, CO2 dan air;

3) peruraian senyawa organik menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman.

Kadar karbohidrat akan hilang atau turun dan sebaliknya senyawa N ( Nitrogen) yang larut ( amonia) meningkat. Atau C/ N rasio semakin rendah dan stabil mendekati C/ N tanah.

Setiap 1 kg ( 4 Pack) Green Phoskko® Activator dapat digunakan untuk tumpukan sampah sekitar 3 m3 atau setara dengan dosis 1 per ribu ( per mil) dari berat 1 ton, Tatacara penggunaan aktivator dekomposer sampah organik :

1. Larutkan atau campurkan 250 gr Green Phoskko® Activator dalam 10 – 20 ltr air, kemudian diaduk hingga merata ( bila tersedia tambahkan 250 gr dedak dan 100 gr gula pasir, 100 gram urea dan diaduk hingga merata) .

2. Diamkan sekitar 2 – 4 jam, dalam kurun waktu tersebut lakukan pengadukan 2 – 3 kali

3. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan sampah secara merata. Bila kelembaban sampah masih kurang, CIPRATI tumpukan SAMPAH tersebut dengan air hingga mencapai kelembaban sekitar 60 - 65 % . Jumlah air yang digunakan agar bahan sampah menjadi lembab ( kadar air 60 % ) agar terjadinya proses dekomposisi secara sempurna. Mengukur kadar air dapat digunakan cara antara lain dengan menggenggam bahan kompos setelah diberi aktivator kemudian remas, jika sudah tidak menetes namun basah itulah kondisi kelembaban 60 % .

4. Pertahankan proses pengkomposan secara aerob, dengan mengatur sirkulasi udara atau suplai oksigen kepada tumpukan sampah agar terjaga pada kisaran 30 sampai 50 derajat celcius ( hangat) . Pada suhu itulah mikroba dalam aktivator akan terbangun dari dormannya dan bekerja mengurai bahan sampah secara optimal. Kisaran suhu pada pengomposan open windrows ( bedeng) dapat dilakukan dengan menggunakan pipa paralon atau bambu ( diameter sekitar 7, 5 cm – 10 cm dan diberi lubang dengan diameter 1 cm dalam bentuk spiral) , ditusukkan ke dalam tumpukan dengan jarak sekitar 25 - 50 cm. Sementara media pengomposan modern dan praktis adalah menggunakan Rotary Klin atau komposter BioPhosko lainnya,

5. Pada pengomposan bedeng agar tutup tumpukan sampah dengan terpal atau plastik hitam untuk mengurangi penguapan dan pertahankan temperatur 60 – 65° C selama 2 – 3 hari. Selanjutnya lakukan pembalikan ( 5 – 7 hari sekali) dan atur kelembaban tumpukan sampah dengan menambahkan air hingga kelembaban sekitar 60 – 65% ( bila diperlukan pada pembalikan kedua gunakan Green Phoskko® Activator kembali ) .

6. Proses dekomposisi menggunakan model open windrows dilakukan sekitar 2 – 5 minggu; sementara jika menggunakan komposter Rotary Klin- dapat membalikan material kompos dengan cara mengayuh, cukup 5 hari akan terjadi proses dekomposisi.

Pemegang kebijakan dan proyek- yang berkaitan dengan kebersihan kota atau pengelolaan sampah secara darurat, dapat mempertimbangkan penggunaan activator Green Phoskko ini dengan cara melakukannya di pusat-pusat sampah kota ( TPS di pasar, perumahan, sentra peternakan dan lainnya) . Tanpa harus bermotif penjualan kembali hasil proses pengomposannya ( non-komersial) , jika saja sampah sudah terdekomposisi maka tidak berbau, berbagai kalangan akan memungutnya untuk digunakan amilioran/ tanah gembur ( melakukan packing dan repacking untuk dijual maupun ibu rumah tangga untuk tanaman hias dan bunga di pekarangan) .

Disamping aplikasi dalam penguraian sampah dan limbah organik, aktivator Green Phoskko® [ GP-1] juga bermanfaat dalam menjaga sanitasi kolam dan tambak. Penggunaan pada usaha ikan di kolam dan tambak, upaya sanitasi dan penumbuhan plankton sebagai bahan pakan, dilakukan dengan pembersihan air melalui dekomposisi oleh mikroba pengurai ini. Larutkan 2 sd 3 pack bagi keperluan 1 Ha, larutkan dalam 10 liter air kemudian masukan kedalam kolam atau tambak. Pembersihan limbah dilakukan setiap 3 bulan sekali bergantung pada kondisi air input dan tingkat cemaran kolam dan tambak.
---------------------------------------------------
Pemakaian larutan bakteri pengurai pada upaya pengurangan limbah di WC dan septic tank, larutkan Green Phoskko® [ GP-1] bagi setiap 1 Pack @ 250 gram bagi 1 m3 limbah. Bermanfaat sebagai penguras WC tanpa sedot, mengatasi septic tank yang penuh dan berbau, menambah dan mengaktifkan mikroorganisme di dalam septic tank sehingga mempercepat proses penguraian kotoran ( tinja) atau feces menjadi gas asam organik dan karbondioksida ( CO2) serta air ( H2O) . Konsorsium bakteri ini juga mampu mengurai feces didalam septic tank ( menghilangkan bau) , membuka pori-pori tanah yg tertutup oleh feces sehingga air dapat meresap ke dalam tanah, menjaga kualitas ABT ( Air Bawah Tanah) karena yang terserap oleh tanah nanti adalah air bebas dari kandungan bakteri yang merugikan ( patogen) .
Tampilkan Lebih Banyak

kompos l alat mesin olah sampah l pupuk organik l tempat sampah - www.kencanaonline.com
Jl Pura 189 Sorowajan, Yogyakarta
Indonesia 55198
Yogyakarta
-
08XX-XXX-XXX

Detail Konsorsium Bakteri Pengurai Sampah Organik ( GP-1) Compost Activator

Activator Kompos ( @ 250gr/ Pack ) Green Phoskko® ( GP-1) adalah konsorsium mikroba unggulan berupa powder ( berisi bakteri aktinomycetes- spesies aktinomyces naeslundii, Lactobacillus spesies delbrueckii, Bacillus Brevis, Saccharomyces Cerevisiae, ragi, dan jamur serta Cellulolytic Bacillus Sp) pengurai bahan organik ( limbah kota, pertanian, peternakan dan lain-lainnya) . Bermanfaat untuk mempercepat proses dekomposisi ( menghancurkan bahan organik) , menghilangkan bau busuk dan menekan pertumbuhan ( antagonis) mikroba penyebab bau, penyebab penyakit akar dan merugikan tanaman ( patogen) .

Kandungan bakteri penghasil asam laktat ( Lactobacillus SP) sebagai hasil penguraian gula dan karbohidrat lain yang bekerja sama dengan bakteri fotosintesis dan ragi. Peran asam laktat inilah yang menjadi bahan sterilisasi yang kuat dan menekan mikroorganisme berbahaya dan menguraikan bahan organik dengan cepat. Sementara ragi/ yiest memproduksi subatansi yang berguna bagi tanaman dengan cara fermentasi. Subtansi bioaktif yang dihasilkan oleh ragi berguna dalam pertumbuhan sel dan pembelahan akar, juga berperan dalam perkembangbiakan mikroorganisme menguntungkan bagi Actinomycetes dan bakteri Lactobacillus SP ( asam laktat) .
Bakteri Actinimycetes merupakan mikroorganisme peralihan antara bakteri dan jamur yang mengambil asam amino dan mengubahnya menjadi antibiotik untukj mengendalikan patogen, menekan jamur dan bakteri berbahaya dengan cara menghancurkan khitin yaitu zat essensial untuk pertumbuhannya.

Kemampuan konsorsium mikroba Green Phoskko sebagaimana diatas adalah menurunkan rasio C/ N dalam bahan sampah, yang awalnya tinggi ( > 50) menjadi setara dengan angka C/ N tanah. Dengan rasio antara karbohindrat dengan nitrogen rendah sebagaimana C/ N tanah ( < 20) maka bahan sampah menjadi dapat diserap tanaman. Dalam dekomposisi menggunakan mikroba, bakteri, fungi dan jamur yang terdapat dalam aktivator Green Phoskko, dalam bahan sampah organik terjadi antara lain :

1) karbohidrat, selulosa, lemak, dan lilin menjadi CO2 dan air;

2) zat putih telur menjadi amonia, CO2 dan air;

3) peruraian senyawa organik menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman.

Kadar karbohidrat akan hilang atau turun dan sebaliknya senyawa N ( Nitrogen) yang larut ( amonia) meningkat. Atau C/ N rasio semakin rendah dan stabil mendekati C/ N tanah.

Setiap 1 kg ( 4 Pack) Green Phoskko® Activator dapat digunakan untuk tumpukan sampah sekitar 3 m3 atau setara dengan dosis 1 per ribu ( per mil) dari berat 1 ton, Tatacara penggunaan aktivator dekomposer sampah organik :

1. Larutkan atau campurkan 250 gr Green Phoskko® Activator dalam 10 – 20 ltr air, kemudian diaduk hingga merata ( bila tersedia tambahkan 250 gr dedak dan 100 gr gula pasir, 100 gram urea dan diaduk hingga merata) .

2. Diamkan sekitar 2 – 4 jam, dalam kurun waktu tersebut lakukan pengadukan 2 – 3 kali

3. Siramkan larutan tersebut pada tumpukan sampah secara merata. Bila kelembaban sampah masih kurang, CIPRATI tumpukan SAMPAH tersebut dengan air hingga mencapai kelembaban sekitar 60 - 65 % . Jumlah air yang digunakan agar bahan sampah menjadi lembab ( kadar air 60 % ) agar terjadinya proses dekomposisi secara sempurna. Mengukur kadar air dapat digunakan cara antara lain dengan menggenggam bahan kompos setelah diberi aktivator kemudian remas, jika sudah tidak menetes namun basah itulah kondisi kelembaban 60 % .

4. Pertahankan proses pengkomposan secara aerob, dengan mengatur sirkulasi udara atau suplai oksigen kepada tumpukan sampah agar terjaga pada kisaran 30 sampai 50 derajat celcius ( hangat) . Pada suhu itulah mikroba dalam aktivator akan terbangun dari dormannya dan bekerja mengurai bahan sampah secara optimal. Kisaran suhu pada pengomposan open windrows ( bedeng) dapat dilakukan dengan menggunakan pipa paralon atau bambu ( diameter sekitar 7, 5 cm – 10 cm dan diberi lubang dengan diameter 1 cm dalam bentuk spiral) , ditusukkan ke dalam tumpukan dengan jarak sekitar 25 - 50 cm. Sementara media pengomposan modern dan praktis adalah menggunakan Rotary Klin atau komposter BioPhosko lainnya,

5. Pada pengomposan bedeng agar tutup tumpukan sampah dengan terpal atau plastik hitam untuk mengurangi penguapan dan pertahankan temperatur 60 – 65° C selama 2 – 3 hari. Selanjutnya lakukan pembalikan ( 5 – 7 hari sekali) dan atur kelembaban tumpukan sampah dengan menambahkan air hingga kelembaban sekitar 60 – 65% ( bila diperlukan pada pembalikan kedua gunakan Green Phoskko® Activator kembali ) .

6. Proses dekomposisi menggunakan model open windrows dilakukan sekitar 2 – 5 minggu; sementara jika menggunakan komposter Rotary Klin- dapat membalikan material kompos dengan cara mengayuh, cukup 5 hari akan terjadi proses dekomposisi.

Pemegang kebijakan dan proyek- yang berkaitan dengan kebersihan kota atau pengelolaan sampah secara darurat, dapat mempertimbangkan penggunaan activator Green Phoskko ini dengan cara melakukannya di pusat-pusat sampah kota ( TPS di pasar, perumahan, sentra peternakan dan lainnya) . Tanpa harus bermotif penjualan kembali hasil proses pengomposannya ( non-komersial) , jika saja sampah sudah terdekomposisi maka tidak berbau, berbagai kalangan akan memungutnya untuk digunakan amilioran/ tanah gembur ( melakukan packing dan repacking untuk dijual maupun ibu rumah tangga untuk tanaman hias dan bunga di pekarangan) .

Disamping aplikasi dalam penguraian sampah dan limbah organik, aktivator Green Phoskko® [ GP-1] juga bermanfaat dalam menjaga sanitasi kolam dan tambak. Penggunaan pada usaha ikan di kolam dan tambak, upaya sanitasi dan penumbuhan plankton sebagai bahan pakan, dilakukan dengan pembersihan air melalui dekomposisi oleh mikroba pengurai ini. Larutkan 2 sd 3 pack bagi keperluan 1 Ha, larutkan dalam 10 liter air kemudian masukan kedalam kolam atau tambak. Pembersihan limbah dilakukan setiap 3 bulan sekali bergantung pada kondisi air input dan tingkat cemaran kolam dan tambak.
---------------------------------------------------
Pemakaian larutan bakteri pengurai pada upaya pengurangan limbah di WC dan septic tank, larutkan Green Phoskko® [ GP-1] bagi setiap 1 Pack @ 250 gram bagi 1 m3 limbah. Bermanfaat sebagai penguras WC tanpa sedot, mengatasi septic tank yang penuh dan berbau, menambah dan mengaktifkan mikroorganisme di dalam septic tank sehingga mempercepat proses penguraian kotoran ( tinja) atau feces menjadi gas asam organik dan karbondioksida ( CO2) serta air ( H2O) . Konsorsium bakteri ini juga mampu mengurai feces didalam septic tank ( menghilangkan bau) , membuka pori-pori tanah yg tertutup oleh feces sehingga air dapat meresap ke dalam tanah, menjaga kualitas ABT ( Air Bawah Tanah) karena yang terserap oleh tanah nanti adalah air bebas dari kandungan bakteri yang merugikan ( patogen) .
Tampilkan Lebih Banyak